Lukisan Charcoal

Media untuk melukis sangat banyak pilihan, baik cat minyak, cat akrilik, pastel, maupun charcoal. Charcoal adalah arang. Charcoal dalam bentuk batangan sudah banyak diproduksi, bahkan ada yang berbentuk pinsil. Salah satu pelukis yang terkenal dengan lukisan charcoal adalah Krijono, walaupun pada karya-karya selanjutnya dia juga menggunakan warna.

Di bawah ini adalah beberapa lukisan charcoal karya saya:

lukisan charcoal karya balchi

lukisan charcoal karya balchi

Lukisan charcoal Janji Rembulan

Lukisan charcoal Janji Rembulan

Bagaimana Menentukan Harga Lukisan ?

Bagaimana menentukan harga lukisan? Saya sering mendapat pertanyaan-pertanyaan serupa berkaitan dengan harga lukisan. Hal itu bisa saya pahami karena seorang pelukis selain melaksanakan kebutuhan rokhaninya untuk melukis, juga butuh dana untuk bisa terus berkarya menghasilkan lukisan. Salah satu upaya untuk mendapatkan dana untuk melukis adalah menjual hasil karyanya.

Harga lukisan ditentukan oleh banyak hal. Dari beberapa sumber yang saya baca baik itu pendapat para pakar seni lukis maupun tulisan perjalanan pelukis yang sudah mapan, dapat saya uraikan di bawah ini:

  1. Hasil karya berupa lukisan itu sendiri. Lukisan dianggap mempunyai nilai yang tinggi apabila lukisan tersebut memiliki corak yang khas, artinya secara visual lukisan memiliki corak dan gaya yang tidak sama dengan lukisan-lukisan pada umumnya. Pemilihan warna dan harmonisasinya yang matang. Belum lagi bila di kaji dari segi konsep dan makna yang terkandung dalam lukisan tersebut. Bahkan lukisan lukisan yang tergolong dalam kategori lukisan yang naif dan unik dihargai dengan harga yang tinggi. Sebut saja misalnya lukisan Heri Dono yang unik dan naif, atau lukisan Affandi dengan goresan ekspresionismenya yang kuat dan unik.
  2. Muatan dari lukisan. Membicarakan karya seni lukis hampir selalu dikaitkan dengan makna atau misi dari lukisan (meskipun banyak orang sulit memaknai lukisan abstrak). Lukisan yang memiliki makna yang kuat, yang bukan sekedar menyajikan keindahan memiliki nilai (baca: harga) yang tinggi. Ambil contoh karya-karya pelukis Nasirun yang belakangan booming dan kerap disebut-sebut oleh OHD, memiliki kematangan dalam goresan, makna dan konsep. Dari sebuah buku  berjudul “Ojo Ngono-nya Nasirun” yang saya baca, Nasirun yang berasal dari Cilacap – Jawa Tengah menunjukkan kematangannya mengangkat tema-tema keseharian sebagai kharismatik lokal melalui visual-visual bergaya pewayangan dengan warna-warnanya yang khas.
  3. Ketenaran nama pelukisnya. Ini yang tidak disangsikan lagi, semakin nama pelukisnya meroket, maka harga lukisannya makin melambung.

Nah, bagaimana bagi pelukis pemula yang belum kejatuhan hoki dalam menentukan harga lukisan? Bersabarlah … tidak perlu berharap harga yang terlalu tinggi dulu. Karya lukisan kita bisa dikoleksi orang lain saja perlu kita syukuri. Teruslah berkarya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Golek jeneng dhisik, mengko bakal enthuk jenang.

Oleh : Balchi Bara

Lukisan Pasar Burung Banjaran Adiwerna

lukisan pasar burung banjaran adiwerna

Lukisan pasar burung Banjaran Adiwerna – Kabupaten Tegal  ini seperti sebuah potret kenangan. Hal ini karena pasar burung yang menjadi obyek lukisan ini telah digusur dan dipindahkan ke lain tempat. Keunikan pasar burung pada obyek lukisan ini adalah tempatnya di perlintasan kereta api Tegal – Purwokerto. Bisa dibayangkan kekacauan ketika kereta api lewat, para pedagang burung dan pembeli berhamburan ke tepi perlintasan sambil menutup hidung karena debu yang beterbangan.

Pemindahan pasar burung yang menjadi obyek dari lukisan ini karena bahaya yang mengancam keselamatan penjual burung dan pembeli. Sehingga memang harus dipindahkan, dan menempati area baru yang masih menjadi milik PJKA setempat. Manajer Humas Kereta Api DAOP V Purwokerto, Surono mengatakan“Pasar burung ini menempati tanah PT KAI. Jaraknya hanya 2 meter dari rel. Padahal jarak aman minimal adalah 6 meter dari rel.” Ia mengatakan, dengan pengoperasian KA Kamandaka ini maka lalu lintas kereta api di jalur tersebut kian padat. Padahal pada hari pasaran, pasar burung ramai dikunjungi warga, sehingga berbahaya jika tetap berlokasi di tepi rel kereta api.

Lukisan Pasar Burung Banjaran

Lukisan bertema pasar burung ini dilukis di atas kanvas berukuran 120 x 100 cm dengan media cat minyak. Tekhnik yang digunakan adalah tekhnik melukis impasto dengan gaya lukisan ekspresionisme dengan pencahayaan impresionis. Dengan tekhnik demikian membuat lukisan pasar burung ini terkesan tiga dimensional dan unik atau naif.

Bila anda berminat mengoleksi lukisan seharga Rp 4.500.000 ini silakan call ke nomor HP saya di 0858 6928 6221 (Balchi)