Bagaimana Pendidikan Seni Lukis untuk Anak?

Tagline

Anak-anak perlu mendapatkan pendidikan seni lukis sejak dini. Kenyataan yang sering dijumpai anak mendapatkan pendidikan seni lukis yang tidak tepat. Kebebasan anak seakan terbelenggu oleh guru pembimbing. Diperlukan upaya pendidikan seni lukis yang tepat.

Kata kunci:

pendidikan seni lukis, seni lukis anak-anak, seni lukis untuk anak, sanggar lukis anak-anak, pembinaan seni lukis pada anak

Mendidik pada dasarnya adalah upaya sadar yang dimiliki oleh orang dewasa untuk membawa anak ke arah kemajuan. Pendidikan semestinya tidak hanya menekankan pada perkembangan intelektual semata, tetapi menyeluruh pada setiap aspek kehidupan anak. Termasuk di dalamnya adalah mengembangkan kemampuan sosial, kemampuan religius dan kemampuan estetika atau rasa.

pendidikan seni lukis untuk anak

Salah satu dari kemampuan estetika adalah kemampuan menuangkan ide dan gagasan melalui seni rupa (baca: seni lukis). Menurut pendapat ahli dari sebuah tulisan yang pernah saya baca, setiap anak pada dasarnya suka melukis. Bahkan kemampuan anak untuk mengungkapkan perasaannya melalui rupa mendahului kemampuan anak dalam berbicara. Contoh: anak kecil lebih dulu suka mencoret dari pada fasih berbicara. Bahkan apabila dijumpai anak tidak suka melukis bisa dikatakan sebuah anomali.

Beberapa masalah pendidikan seni lukis untuk anak

Beberapa kemungkinan penyebab dari pertanyaan di atas adalah:

1. Anak mendapat perlakuan yang kontra produktif. Misal: anak dimarahi ketika membuat coretan di dinding.

2. Anak mendapat pola pembinaan yang keliru. Sebut saja sanggar lukis kebanyakan. Umumnya sanggar lukis dalam membina anak melukis adalah mengacu pada pasar. Anak dilatih melukis dengan meniru coretan orang dewasa dengan mengabaikan kemampuan anak sesuai dengan usianya. Anak diwajibkan meniru pola-pola dan aturan-aturan yang disukai pembinanya dengan mengabaikan kebebasan berkreasi. lagi-lagi alasannya adala klise: agar anak menjadi juara dalam lomba lukis.

3. Adanya anggapan yang keliru bahwa anak adalah makhluk kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga sang pembina sah menginstruksikan hukum-hukumnya layaknya diktator.

Saya seringkali jengah dengan keadaan yang demikian.

Pembinaan seni lukis kepada anak-anak yang diberikan di sangga-sanggar lukis tak ubahnya seperti pelatihan matematika. Anak berhadapan dengan rumus-rumus pasti. Kebebasan anak menjadi terbelenggu. Melukis menjadi kegiatan yang tidak menyenangkan, karena anak harus mengikuti gaya dari sang guru.

Bagaimana sebaiknya pendidikan seni lukis untuk anak?

Sejak saya berkecimpung di pendidikan sekolah dasar tahun 1999, saya berusaha menyempatkan waktu untuk membina anak-anak dalam melukis. Saya teringat gaya Tino Sidin di TVRI dulu. Melukis seakan merupakan kegiatan bermain atau rekreasi. Tino Sidin memanfaatkan pengalaman-pengalaman yang sudah dikenal anak. Misalnya menggunakan pendekatan huruf, angka atau bentuk-bentuk geometri sederhana. Pembinaan diwarnai dengan canda dan humor-humor kecil. Setiap hasil karya anak dikatakan bagus.

Berikut adalah beberapa catatan pengalaman saya dalam pembinaan seni lukis untuk anak-anak:

1. Tugas guru adalah fasilitator, artinya memberikan dan menyediakan kemudahan-kemudahan kepada anak dalam menuangkan gagasan kreatifitasnya, Guru atau pembina seni adalah sahabat bagi anak-anak bukan raja yang punya otoritas penuh,

2. Gali pengalaman-pengalaman anak melalui bercerita dan tanya jawab. Pada saat bercerita dan tanya jawab guru atau pembina membuat coretan-coretan sederhana. Tanpa disadari anak mengenal teknik yang diajarkan pembinanya.

3. Hadirkan suasana yang menyenangkan. Buat kedekatan pembina dan anak layaknya sahabat.

4. Tugas utama pembina atau guru seni lukis adalah membesarkan jiwa. Setiap karya anak beri penghargaan dan pujian. Dengan begitu anak mempunyai rasa percaya diri yang ujung-ujungnya anak berani berkreatifitas.

Demikin pengalaman saya dalam memberikan pendidikan seni lukis untuk anak. Semoga bermanfaat.

 

Salam hormat,

 

Oleh: Balchi Bara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *